Posts

Showing posts from February, 2013

Organisasi Regional

Image
Dalam piagam PBB, disebutkan bahwa setiap negara berhak untuk menciptakan organisasi internasional sendiri jika tidak melanggar prinsip-prinsip PBB pada umumnya. Untuk memanfaatkan kesempatan yang diberikan itu, maka banyak negara yang kemudian menciptakan organisasi internasional dengan berlandaskan pada kawasan. Tujuannya adalah mempererat persahabatan, menjaga perdamaian, dan memperkuat diri bersama. Terciptalah apa yang kemudian disebut dengan organisasi regional.

Sejarah dan Praktek Regionalisme Asia Tenggara

Image
Regionalisme adalah sebuah trend yang bermula semenjak Perang Dunia ke-2 berakhir, tepatnya adalah tahun 1960-an. Dalam konteks Asia Tenggara, kecenderungan regionalisme di kawasan ini sebenarnya sudah ada semenjak masa kerajaan. Sebagai contoh, kita mengetahui bahwa dulu pernah ada kerjasama antara Kerajaan Majapahit, Kerajaan Sriwijaya, dan beberapa kerajaan kecil di sekitarnya untuk menyerang kerajaan Ayodya. Peristiwa tersebut merupakan salah satu bentuk regionalisme yang diklasifikasikan sebagai regionalisme kuno. Dalam konteks masa kini, kawasan Asia Tenggara merupakan wilayah yang dapat dikatakan paling strategis di seluruh dunia secara geopolitik. Hal ini terbukti dari bagaimana organisasi regional bernama ASEAN masih tetap dapat eksis di sana kendati memiliki banyak masalah terkait sistemnya. Oleh sebab itu, kajian terhadap kawasan Asia Tenggara dan bagaimana regionalisme dapat terjadi di sana akan sangat penting untuk dilakukan. Itulah sebabnya pada tulisan kali ini saya ak

Sejarah Singkat Korea

Image
Berbicara tentang sejarah Korea, maka kita harus menarik mundur kalender kita ke angka 2333 SM. Semua bermula dari legenda mengenai Harimau, Beruang, dan Bawang. Alkisah dahulu kala ada seekor harimau dan beruang yang ingin menjadi manusia. Tuhan kemudian memberikan petunjuk bahwa mereka dapat menjadi manusia dengan memakan bawang dan bertapa selama seratus hari. Mereka melakukannya dan setelah berhasil melakukan semuanya, harimau berubah menjadi laki-laki sementara beruang berubah menjadi perempuan. Dari perkawinan kedua manusia itulah lahir Dan-Gun yang kemudian mendirikan Dinasti pertama di semenanjung Korea yang berkuasa selama dua ribu tahun lamanya.

Isu Global Kontemporer

Kontemporer adalah semangat untuk selalu menyesuaikan diri pada kondisi yang ada. Mempelajari sebuah disiplin ilmu dengan semangat kontemporer memerlukan keberanian untuk meninggalkan nilai-nilai yang sudah mengakar kuat dalam masyarakat sekalipun. Oleh sebab itu, mengikuti kelas mata kuliah "Isu Global Kontemporer" akan memerlukan sebuah "cangkir" kosong yang belum terisi agar dapat mempelajarinya dengan maksimal. Sebab "cangkir" yang penuh akan membuat pikiran kita selalu dilanda keraguan-keraguan, sehingga tidak dapat menyerap ilmu tersebut dengan maksimal. Untuk mengosongkan "cangkir" yang kita miliki, maka kita harus mulai dengan banyak membaca hal-hal yang baru. Sebab semakin banyak membaca, semakinlah kita sadar bahwa kita belum tahu apa-apa, sehingga "cangkir" kita akan kosong dengan sendirinya. Blog milik dosen saya di bawah ini akan menjadi starting point yang tepat untuk memulai mengosongkan "cangkir" kita. www

Politik Luar Negeri (Bag. 2)

Image
Mari kita kembali kepada pengulasan mata kuliah politik internasional dan politik luar negeri. Sekilas kedua istilah tersebut jika dituliskan dengan bahasa Indonesia akan tampak mirip, namun untuk lebih memahami makna keduanya sekaligus dengan perbedaannya, maka kita perlu mengetahui kata sesungguhnya dalam bahasa inggris. Politik internasional berasal dari terminologi international politics yang merupakan sebuah interaksi timbal balik antara aktor-aktor negara dalam sistem internasional. Sementara politik luar negeri berasal dari kata foreign policy yang merupakan sebuah bentuk kebijakan negara A yang akan dikontribusikan pada sistem internasional. Perbedaan paling mendasar dari kedua terminologi ini adalah bahwa politik luar negeri memiliki kecenderungan untuk bersifat satu arah, sementara politik internasional sebaliknya. Misalnya, negara A membutuhkan teknologi untuk melakukan pembangunan, kemudian negara tersebut mengeluarkan politik luar negeri untuk memancing minat investor da